Mungkin
dikalangan masyarakat awam gendam (hipnotis) sangatlah berbahaya karena
kejahatan jenis gendam (hipnotis) saat ini yang sudah merajalela dikalangan
masyarakat pada umumnya. Gendam (hipnotis) sendiri banyak sekali jenisnya,
mulai dari telepon, berbicara, sampai pada ancaman-ancaman dari nomor telepon
yang tidak jelas dengan iming-iming doorprize dari sebuah kuis.
Sepereti
halnya yang dialami oleh mahasiswa fakultas Syariah 2012 UIN MALIKI malang yang
bernama Nuris Amanulloh yang tepat pada tanggal 5 februari terkena gendam
(hipnotis) berupa telepon dan iming-iming hadiah yang berada di ATM.
Awalnya,
memang sudah tahu bahwa ketika dia ditelepon ini akan dibuat seperti itu oleh
penelpon, kemudian mahasiswa yang berasal dari jombang tersebut terus mengikuti
alur pembicaraan ditelepon tersebut. Pelaku hanya menggunakan nomor telepon
seluler biasa. Pelaku gendam dengan
nomor 081632286055 hanya menelpon korban dengan gaya sales, namun kesalahan yang dilakukan oleh korban berakibat fatal.
Akibatnya
korban telah kehilangan uang yang ada di ATM sebesar Rp. 500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah), modus yang
digunakan ini sangatlah dasar bagi para pengguna gendam, karena hanya bermodal
telepon seluler dan korban digiring untuk mengikuti omongannya sampai pada
mesin ATM dan disuruh untuk mengerjakan apa yang dia perintahkan, alhasil
korbanpun berhasil digendam oleh pelaku.
“Lha
aku juga gak nyadar cuma disuruh untuk ngikutin, pengenku nggoda yang nelpon ee
ternyata malah kena batunya”, ujar mahasiswa fakultas syariah 2012 ini, “pada
saat itu model transaksinya disuruh untuk menggunakan bahsa inggris kemudian
disuruh untuk mantransfer pulsa sebesar Lima ratus ribu tadi, yang bikin gokil
kenapa aku bisa gak sadar”, tambah mahasiswa dari jombang ini.
Dan
setelah kejadian itu korban berusaha untuk melaporkan kepada polisi setempat
tentang kejadian yang menimpanya, dan korban sempat ling-lung (tidak sadarkan diri) selama beberapa hari pasca kejadian
penggendaman tersebut.