Senin, 27 Juli 2015

Perilaku Dosen yang Menyalahi Aturan

Sudah banyak cara tuhan melahirkan manusia dengan berbagai macam variasi dan karakternya, dan itu semua murni atas kehendakNya. Namun kenapa semua manusia protes waktu tuhan membuat skenarionya? Kalian masih belum paham kan apa yang saya maksudkan, jadi manusia itu seringkali tidak bisa menempatkan diri pada tempatnya, atau dalam bahasa UIN Malang dinamakan dzholim, itu sama seperti halnya kalian ngintip cewek mandi tapi dibalik kaca. “bro, kamu ngintip istriku mandi ya? Gak kok bro aku Cuma lihat kacanya.”!@#$%^&*(). dan kali ini saya akan mencoba mendeskripsikan dosen yang dzholim.
Yang pertama, dosen itu mesti terlihat bijaksana didepan mahasiswa, sebenarnya saya juga gak paham konsep mengapa dosen selalu terlihat bijak didepan mahasiswa. Mesti gayanya sok perhatian gitu kepada mahasiswanya, dengan penampilan baju selalu rapid an celana kain serta kelakuannya yang kepo. Contoh “ gimana kuliahnya nak, sudah selesai tugas yang diberikan bapak kemarin? Sekalian pulsanya nak, korek apinya tidak juga, sudah punya kartu pelanggan, pakek nota gak?”!@#$%^&*(), ini apalah, sudah kayak pegawai indomart. dan dosen seperti ini banyak sekali sekarang.
Sebenarnya gak apa-apa kalau dosen kayak gitu, wajarlah, sisi perhatian seorang guru kepada muridnya, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya yang dibegitukan selalunya mahasiswa cewek/ mahasiswi, dan kami sebagai mahasiswa terdiskriminasi, #nangis. Saya itu pernah lihat dosen keponya minta ampun dengan mahasiswinya sementara itu mahasiswinya itu temen saya dan saya sudah lama mengincarnya, bukan jadi pacar sih, Cuma mengincarnya saja,kemudian saya gak betah dan langsung saya temui dan saya tanyakan, “bapak, bapak punya hubungan apa dengan temen saya?” dosen saya menjawab “gak kok luqman saya Cuma perhatian sama semua mahasiswa saya”, dan saya menjawab lagi “ ciyeeee bapak perhatian ya? Tapi kenapa Cuma sama mahasiswi pak, kami juga butuh dong diperhatiin sama bapak, kan kami mahasiswa bapak?” dan dosen saya menjawab “ saya kan sudah perhatian sama kalian semua”, dan saya menanggapinya “ah bapak, omongan bapak kaya pasal 378 KUHP, semuanya modus”.
Yang kedua, selalunya dosen itu tidak sopan terhadap peraturan, sebelumnya kalian saya Tanya, pernah ada gak mahasiswa yang kalo masuk kampus pakek sandal, gak pernah ada kan, di UIN banyaak, mungkin ini konsep pesantren ya, yang selalu andap ashor , jadi kalo kemana-mana harus pakek sandal bahkan tidak memakai alas kaki. Atau mungkin karena karma dari institusi itu sendiri.
Soalnya dosen itu tidak pernah patuh terhadap peraturan, krena pernah Saya lihat waktu ke KABAG umum kemahasiswaan semua dosen itu pakek sandal diruangannya, dan saya kemudian berfikir mereka memakai sandal seenaknya saja diruangan sementara kami harus memakai sepatu. Dan ini yang perlu menajdi catatan teman-teman bahwa dewasa itu pikiran bukan fisik. Suatu ketika saya masuk keruangan KABAG pakek sandal dan ada satpam yang menjaga diruangan tersebut, satpamnya juga pakek sandal, dan dengan santainya dia berkata “mas, kok pakek sandal sampean mau masuk kampus atau kesawah?” saya juga santai ngejawabnya “lha bapak mau jaga kampus atau mau kesawah? Kan kita sama-sama pakek sandal jadi mari kita kesawah bersama-sama saja pak, lumayan bapak disini Cuma berdiri nanti kalo penyakitan gimana, kalo disawah kan enak bapak bias olahraga juga, bikin sehat lagi, sekalian koreknya pak pulsanya iya atau gak pak pake nota gak, kembaliannya disumbang boleh kan pak”?
Saya luqman Hakim terima kasih