Sabtu, 01 Agustus 2015

Prisyo accoustic - Leaving on the jet plane (cover Chantal Kreviazuk)

Prisyo accoustic - Indonesia Jaya (cover Angel pieters and all artist)

Prisyo accoustic - Gebyar_gebyar (cover gombloh)

hamasa - senyum

Larvasta Reggae Malang - Negeri pelangi (cover Ras Muhammad dan tony Q r...

Larvasta reggae Malang - paper Boy (cover Heavy Monster)

Larvasta reggae Malang - bumi merintih (cover Tropical Forest)

Larvasta Reggae Malang - Go green (cover momonon)

Larvasta Reggae Malang - Jalan_Jalan (cover Shaggy Dog)

Larvasta Reggae Malang - Paper boy (cover heavy Monster)

Larvasta Reggae Malang - pesta pora (cover Steven n coconut treez)

Larvasta Reggae Malang 2nd Anniversary (full concert) part 1

Larvasta Reggae malang 2nd Anniversary (full concert) part 2

Larvasta Reggae Malang - Gara-gara Rasta (cover momonon)

Senin, 27 Juli 2015

Perilaku Dosen yang Menyalahi Aturan

Sudah banyak cara tuhan melahirkan manusia dengan berbagai macam variasi dan karakternya, dan itu semua murni atas kehendakNya. Namun kenapa semua manusia protes waktu tuhan membuat skenarionya? Kalian masih belum paham kan apa yang saya maksudkan, jadi manusia itu seringkali tidak bisa menempatkan diri pada tempatnya, atau dalam bahasa UIN Malang dinamakan dzholim, itu sama seperti halnya kalian ngintip cewek mandi tapi dibalik kaca. “bro, kamu ngintip istriku mandi ya? Gak kok bro aku Cuma lihat kacanya.”!@#$%^&*(). dan kali ini saya akan mencoba mendeskripsikan dosen yang dzholim.
Yang pertama, dosen itu mesti terlihat bijaksana didepan mahasiswa, sebenarnya saya juga gak paham konsep mengapa dosen selalu terlihat bijak didepan mahasiswa. Mesti gayanya sok perhatian gitu kepada mahasiswanya, dengan penampilan baju selalu rapid an celana kain serta kelakuannya yang kepo. Contoh “ gimana kuliahnya nak, sudah selesai tugas yang diberikan bapak kemarin? Sekalian pulsanya nak, korek apinya tidak juga, sudah punya kartu pelanggan, pakek nota gak?”!@#$%^&*(), ini apalah, sudah kayak pegawai indomart. dan dosen seperti ini banyak sekali sekarang.
Sebenarnya gak apa-apa kalau dosen kayak gitu, wajarlah, sisi perhatian seorang guru kepada muridnya, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya yang dibegitukan selalunya mahasiswa cewek/ mahasiswi, dan kami sebagai mahasiswa terdiskriminasi, #nangis. Saya itu pernah lihat dosen keponya minta ampun dengan mahasiswinya sementara itu mahasiswinya itu temen saya dan saya sudah lama mengincarnya, bukan jadi pacar sih, Cuma mengincarnya saja,kemudian saya gak betah dan langsung saya temui dan saya tanyakan, “bapak, bapak punya hubungan apa dengan temen saya?” dosen saya menjawab “gak kok luqman saya Cuma perhatian sama semua mahasiswa saya”, dan saya menjawab lagi “ ciyeeee bapak perhatian ya? Tapi kenapa Cuma sama mahasiswi pak, kami juga butuh dong diperhatiin sama bapak, kan kami mahasiswa bapak?” dan dosen saya menjawab “ saya kan sudah perhatian sama kalian semua”, dan saya menanggapinya “ah bapak, omongan bapak kaya pasal 378 KUHP, semuanya modus”.
Yang kedua, selalunya dosen itu tidak sopan terhadap peraturan, sebelumnya kalian saya Tanya, pernah ada gak mahasiswa yang kalo masuk kampus pakek sandal, gak pernah ada kan, di UIN banyaak, mungkin ini konsep pesantren ya, yang selalu andap ashor , jadi kalo kemana-mana harus pakek sandal bahkan tidak memakai alas kaki. Atau mungkin karena karma dari institusi itu sendiri.
Soalnya dosen itu tidak pernah patuh terhadap peraturan, krena pernah Saya lihat waktu ke KABAG umum kemahasiswaan semua dosen itu pakek sandal diruangannya, dan saya kemudian berfikir mereka memakai sandal seenaknya saja diruangan sementara kami harus memakai sepatu. Dan ini yang perlu menajdi catatan teman-teman bahwa dewasa itu pikiran bukan fisik. Suatu ketika saya masuk keruangan KABAG pakek sandal dan ada satpam yang menjaga diruangan tersebut, satpamnya juga pakek sandal, dan dengan santainya dia berkata “mas, kok pakek sandal sampean mau masuk kampus atau kesawah?” saya juga santai ngejawabnya “lha bapak mau jaga kampus atau mau kesawah? Kan kita sama-sama pakek sandal jadi mari kita kesawah bersama-sama saja pak, lumayan bapak disini Cuma berdiri nanti kalo penyakitan gimana, kalo disawah kan enak bapak bias olahraga juga, bikin sehat lagi, sekalian koreknya pak pulsanya iya atau gak pak pake nota gak, kembaliannya disumbang boleh kan pak”?
Saya luqman Hakim terima kasih 

Selasa, 09 Juni 2015

Lady Justice Quotes #3

Malam sudah hampir berakhir...

Esok sang fajar subuh kembali dengan gagahnya bersinar...

Tongkat estafet terus bergulir sambung jiwa yang letih...

Masih terasa hampa merasuk sukma...

Dinginnya sang malam menambah penatnya logika sang hamba...

Rindu yang kupinang dalam benak embun dipelupuk mata begitu mati tanpa nada...

Kesuntukan jangan membawamu mereguk kegersangan...

Semangat kian maya saat dirasa nyata...

Jangan bersandar pada nyanyian indah tak bermakna...

Bersandarlah ditepi malam untuk sekedar melapangkan hati atas kesakitan didunia 

yang teramat palsu ini disuguhkan...

*terima kasih untuk semua inspirasi dan semangat yang kau berikan, for u a lady justice

Rabu, 27 Mei 2015

Lady Justice Quotes #2

Andai !!
Bisa aku menghapus kesakitan,
Ku kembali menjadi tabula rasa putih kosong,
dan sejatinya suci,
Hingga dapat kuseduhi kenikmatan,

Animusku melemah,
Saat hadapi luka berbalut topeng tawa,
Melubangi super ego,
Tak berdaya, iya tak berdaya,
Karena semua tak pernah singgahi netra,
Hanya sebatas maya yang tak mungkin nyata,

Jemari hanya bisa meremas sisa asa dari waktu,
yang dengan angkuhnya terus berotasi,
Tak ada rasa sedih meskipun terhantam perih,
Tak ada lemah yang berbisik merayu,

Karena aku lebih kuat dan arogan dari segala hal itu...!!

Lady Justice Quotes #1

Aksara rindu yang kupersembahkan untuk seorang jagoan...
Nirkata,
Nirnetra,
Termangu menunggu dan mulai jenuh,

Sepertinya deras hujan pun tak menggubris sang rindu..
Hingga rerumputan hijaupun tak mendengar gemuruhnya..

Dan jika tetap membisu,
Biarkan dia tak bosan menggebu pada lintas orbitnya,
Hingga semua fiksasi ini membias dalam rindu,

Berharap bersama dengan itu,
Hembusan angin datang,
Menerpa menerbangkan kata
"RINDU"

Minggu, 08 Maret 2015

Aturan yang Masih Belum Benar

Banyak sekali aturan yang memang tidak ditulis didalam UU tapi disepakati oleh sebuah daerah atau wilayah itu biasanya disebut dengan moral seperti “Hati-hati banyak anak kecil”, dan sebagainya.
Saya itu gak paham dengan konsep yang seperti itu, seperti peraturan membayar yang ada diponten umum, pasti kalian pernah lihat kan kalo ditempat wisata atau di tempat ziarah pasti ada tulisannya kencing Rp. 1000, berak Rp. 2000, mandi Rp. 3000, sebenarnya apa sih yang menyebabkan harganya berbeda, sekalian aja kan ada tulisannya paket hemat ponten umum special kencing dan mandi atau apalah, saya pikir-pikir ini sudah seperti restoran, jadi waktu mau masuk ponten penjaganya ngasih buku menu dan berkata “selamat menikmati apa yang sudah kami sediakan didalam bapak dan ibu”.
Seharusnya aturan seperti itu harusnya dibenarkan, kalian gak bisa bayangin kan kalo didalam ponten mereka mandi dan sebelum mandi mereka kencing dulu, harganya jadi Rp.4000 kan, seharusnya dikasih tulisan aja “bagi pengguna ponten umum harus memilih satu aktifitas didalam ponten, jika lebih dari satu maka harus mengambil paket hemat” kan keren gitu jadinya. Jadi mereka kalo mandi ya mandi kencing ya kencing, gak bisa juga kan kalo mandi sambil berak atau mandi sambil kencing.
Selain itu juga ponten umum itu ngajari kita buat melakukan kejahatan berupa penipuan. Gimana gak nipu, mereka keluar dari ponten Cuma bayar Rp. 3000 padahal didalam sudah buang air besar sama kencing. Harusnya namanya tuh bukan kamar mandi umum tapi diganti kamar mandi digital, kesannya keren kan? Dan didalam sudah ada cctvnya kemudian yang menjaga kasirnya KPK, jadi gak mungkin ada penipuan. Jadi seumpama ada yang keluar dari ponten kemudian membayar, KPKnya tanya “ bapak tadi habis ngapain didalam?” bapanya menjawab “saya tadi habis mandi pak”, KPKnya bertanya lagi “beneran cuma mandi, bapak jangan bohong loh, ada cctv dan rekamannya loh, saya aja nafsu lihat bapak didalam tadi”, Bapaknya menjawab “KPK sekarang kepo ya, pengen tau aja urusan korupsi orang”. Mungkin koruptor juga belajar dari ponten umum kayaknya, soalnya habis nipu cukup dengan disiram jejaknya sudah hilang.
Selain itu saya juga kesal dengan peraturan ponten umum yang harus melepas alas kaki waktu masuk, ini sangat tidak masuk akal, kan kamar mandi fungsinya untuk membersihkan yang belum bersih tapi kenapa harus melepas alas kaki, ini sama saja kalian disuruh nyium cewek tapi lewat skype, sama aja bohong kan. Udah susah-susah manyunnya tapi ternyata ada batasnya.
Soalnya saya pernah protes kaya gitu, waktu masuk ponten sandal saya masih saya pake, kemudian KPKnya ngomong “mas alas kakinya dilepas ya”, saya jawab, loh kenapa pak, saya kan mau mandi”, kemudian dia bertanya lagi “iya, mas mau mandi kan bersihin badan?”, saya jawab toh, “ bukan pak, saya mau mandiin sandal saya biar bersih”. Saya diusir dari ponten akhirnya.
Trus pertanyaan saya apa bedanya ponten sama tempat ibadah, mangkanya saya usul pada pemerintah sekitar, jangan bikin ponten umum lagi, ya tetep aja bikin kamar mandi umum tapi namanya diganti menjadi Kamar mandi berbasis internasional jadi didalamnya sudah bisa buat mandi, buang air besar dan kecil, sekalian sholat habis sholat terus ada kasurnya buat tidur juga kemudian ada kasirnya yang berkata “selamat menikmati apa yang sudah kami sediakan didalam bapak dan ibu”.
Saya Luqman Hakim terima kasih

Keadaan Hukum yang terjadi di Indonesia

Mahasiswa, trending topik yang akan kita bicarakan sekarang, karena mahasiswa kalo dalam bahasa Universitas terlebih UIN Malang adalah sebagai agent of change dan agent of control, intinya sebagai sosok yang bisa merubah dan mengontrol keadaan hukum diindonesia #ciyeeee !@#$%^&*()_+
Ngomong-ngomong masalah hukum, saya itu gak paham dengan konsep aparat penegak hukum diindonesia, karena seringkali terjadi diskriminasi antara mereka, terutama dalam seminar atau workshop yang terjadi dikalangan mahasiswa. Contohnya, seperti dalam kasus seminar, selalunya yang menjadi pemateri itu kalo gak jaksa, hakim, kalo gak gitu polisi dan TNI.
Permasalahannya adalah kenapa satpam dan hansip tidak pernah jadi pemateri, kasian kan mereka. Padahal notabene juga aparat penegak hukum di Indonesia, mereka juga butuh terkenal keles, udah gajinya gak pernah naik, molor juga kalo ngasih gaji, gak bisa korupsi lagi, eh gak gak tahu juga sih mereka pernah korupsi atau tidak. kasian banget kan?
Tapi saya pikir mereka itu sama saja, antara satpam dan polisi. Bedanya Cuma beda tipis, tipiiiis bingit, yang menjadi perbedaan adalah masalah perdamaian, kalo polisi damai itu lima puluh ribu rupiah, tapi kalo satpam murah damainya Cuma seribu rupiah, jadi sama aja kaya kalo kita ditempat prostitusi antara makelar lama sama makelar baru, seumpama ini percakapan antara pembeli dihadapkan dengan makelar lama dan makelar baru, sebut saja makelar lamanya namanya bunga dia umurnya 37 tahun, dan makelar barunya namanya mawar dia umurnya 17 tahun kemudian ada makelar magang namanya bunga mawar dia sudah tidak berumur !@#$%^&*(_+
Jadi seperti ini percakapannya,” mbak bunga dijual berapa yang dietalase itu?” makelar lama menjawab “itu mahal bro kualitasnya sudah terjamin pasti puas dan pas. Cukup lima ratus ribu sajalah buat kamu. (berhenti sejenak), pake nota gak, gak sekalian pulsanya, kembaliannya bisa disumbangkan?”.!@#$$%^&*(())_
Kemudian pembeli bertanya kepada makelar baru, “ mbak mawar dijual berapa yang masih diangkutan itu?” makelar baru menjawab “ dia masih bibit bro, Cuma-Cuma aja buat kamu lima puluh ribu deh”. (berhenti sejenak) net gan nego alus, nego kasar delcont, COD.an pasar dinoyo. !@#$%^&*()_+
Ini sebenarnya jual apa sih, jual orang atau jual barang atau jual mulut, intinya sama-sama bayarnya kan? Kenapaaaa, kenapaa harus bayar, anehnya lagi 2014 sekarang trafickingnya masih standart soalnya masih ditaruh diruangan, nanti 5 tahun lagi zaman semakin modern trafickingnya sudah gahool, manusianya ditaruh dibotol kayak jin dan jun gitu, jadi ngejualnya sudah bisa dijual di pasar dan toko-toko terdekat. Subhanalloh, nikmat mana lagi yang mau kita dustakan ?!
Padahal mereka sudah digaji tapi kenapa masih suruh bayar kitanya, padahal saya itu kalo ketilang alasan saya benar, kan pernah saya ketilang karena gak bawa spion, saya Tanya ke polisinya “kenapa saya ditilang pak, kan sudah lengkap semua administrasi saya?” polisinya tanya, “kamu sudah merasa benar anak muda? Padahal kamu masih melanggar aturan lalu lintas”, saya menjawab lagi “lantas apa yang saya lakukan pak polisi sehingga bapak menuduh saya salah?” polisinya menjawab “motor kamu itu gak ada spionnya”, saya menjawab balik “saya lagi move on pak polisi gak mau lihat kebelakang jadinya saya copot spion saya”.!@#$%%^&*()_+
Setelah saya bilang gitu kemudian polisinya bertanya pada saya “kamu gak punya sopan santun ya?” saya jawab “kenapa pak, kok bisa bapak bilang gitu?”, dalam situasi ini saya membelakangi polisinya, trus kemudian polisinya menepuk pundak saya, yasudah saya sebagai umat muslim yang baik langsung saja tanpa basa basi “AllahuAkbar” #sholat.
Setelah membahas aparatnya sekarang kita membahas LPnya, diperhatikan ya anak-anak. Intinya LP itu kan penjara ya, tapi saya itu gak paham dengan konsep penjara di Indonesia, dalam pemikiran saya itu ya terali besi didalamnya gak ada apa-apanya. Tapi di Indonesia sepertinya berbeda, apalagi kalo masuk penjara (penjara cintamu). !@#%$%^&*()_+
Saya itu emosi lihat keadaan penjara yang seperti itu, mana ada penjara yang didalamnya ada AC, mana ada penjara yang didalamnya ada tempat tidur dan tempat santai, yang ada swalayannya, yang ada orang yang sukanya bertanya kembaliaanya bisa disumbangkan. Ya ada sih di Indonesia. #hahahaha, dan ini yang bertentangan dengan pernyataan yang dinyatakan oleh aparat tentang fungsi dari mereka dimasukkan penjara dan dihukum itu memberikan efek jera, bagaimana bisa jera kalo penjaranya kayak rumah sendiri, ya malah seneng para oknum ini dimasukkan penjara, apalagi koruptor, beberapa tahun lagi KPK juga pasti suka kalo masuk penjara (penjara cintamu). Itu sama saja dengan kalian disuruh pilih janda rasa perawan dan perawan yang sudah tua, kalo saya sih milih prawan, jandanya saya simpan.!@#$%^&*()_+
Saya Luqman Hakim, terima kasih