Sabtu, 01 Agustus 2015
Senin, 27 Juli 2015
Perilaku Dosen yang Menyalahi Aturan
Sudah
banyak cara tuhan melahirkan manusia dengan berbagai macam variasi dan
karakternya, dan itu semua murni atas kehendakNya. Namun kenapa semua manusia
protes waktu tuhan membuat skenarionya? Kalian masih belum paham kan apa yang
saya maksudkan, jadi manusia itu seringkali tidak bisa menempatkan diri pada
tempatnya, atau dalam bahasa UIN Malang dinamakan dzholim, itu sama seperti
halnya kalian ngintip cewek mandi tapi dibalik kaca. “bro, kamu ngintip istriku
mandi ya? Gak kok bro aku Cuma lihat kacanya.”!@#$%^&*(). dan kali ini saya
akan mencoba mendeskripsikan dosen yang dzholim.
Yang
pertama, dosen itu mesti terlihat bijaksana didepan mahasiswa, sebenarnya saya
juga gak paham konsep mengapa dosen selalu terlihat bijak didepan mahasiswa.
Mesti gayanya sok perhatian gitu kepada mahasiswanya, dengan penampilan baju
selalu rapid an celana kain serta kelakuannya yang kepo. Contoh “ gimana
kuliahnya nak, sudah selesai tugas yang diberikan bapak kemarin? Sekalian
pulsanya nak, korek apinya tidak juga, sudah punya kartu pelanggan, pakek nota
gak?”!@#$%^&*(), ini apalah, sudah kayak pegawai indomart. dan dosen
seperti ini banyak sekali sekarang.
Sebenarnya
gak apa-apa kalau dosen kayak gitu, wajarlah, sisi perhatian seorang guru
kepada muridnya, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya yang dibegitukan
selalunya mahasiswa cewek/ mahasiswi, dan kami sebagai mahasiswa
terdiskriminasi, #nangis. Saya itu pernah lihat dosen keponya minta ampun
dengan mahasiswinya sementara itu mahasiswinya itu temen saya dan saya sudah
lama mengincarnya, bukan jadi pacar sih, Cuma mengincarnya saja,kemudian saya
gak betah dan langsung saya temui dan saya tanyakan, “bapak, bapak punya
hubungan apa dengan temen saya?” dosen saya menjawab “gak kok luqman saya Cuma
perhatian sama semua mahasiswa saya”, dan saya menjawab lagi “ ciyeeee bapak
perhatian ya? Tapi kenapa Cuma sama mahasiswi pak, kami juga butuh dong
diperhatiin sama bapak, kan kami mahasiswa bapak?” dan dosen saya menjawab “
saya kan sudah perhatian sama kalian semua”, dan saya menanggapinya “ah bapak,
omongan bapak kaya pasal 378 KUHP, semuanya modus”.
Yang
kedua, selalunya dosen itu tidak sopan terhadap peraturan, sebelumnya kalian
saya Tanya, pernah ada gak mahasiswa yang kalo masuk kampus pakek sandal, gak
pernah ada kan, di UIN banyaak, mungkin ini konsep pesantren ya, yang selalu andap
ashor , jadi kalo kemana-mana harus pakek sandal bahkan tidak memakai alas
kaki. Atau mungkin karena karma dari institusi itu sendiri.
Soalnya
dosen itu tidak pernah patuh terhadap peraturan, krena pernah Saya lihat waktu
ke KABAG umum kemahasiswaan semua dosen itu pakek sandal diruangannya, dan saya
kemudian berfikir mereka memakai sandal seenaknya saja diruangan sementara kami
harus memakai sepatu. Dan ini yang perlu menajdi catatan teman-teman bahwa
dewasa itu pikiran bukan fisik. Suatu ketika saya masuk keruangan KABAG pakek
sandal dan ada satpam yang menjaga diruangan tersebut, satpamnya juga pakek
sandal, dan dengan santainya dia berkata “mas, kok pakek sandal sampean mau
masuk kampus atau kesawah?” saya juga santai ngejawabnya “lha bapak mau jaga
kampus atau mau kesawah? Kan kita sama-sama pakek sandal jadi mari kita kesawah
bersama-sama saja pak, lumayan bapak disini Cuma berdiri nanti kalo penyakitan
gimana, kalo disawah kan enak bapak bias olahraga juga, bikin sehat lagi,
sekalian koreknya pak pulsanya iya atau gak pak pake nota gak, kembaliannya
disumbang boleh kan pak”?
Saya luqman Hakim terima kasih Selasa, 09 Juni 2015
Lady Justice Quotes #3
Malam sudah hampir berakhir...
Esok sang fajar subuh kembali dengan gagahnya bersinar...
Tongkat estafet terus bergulir sambung jiwa yang letih...
Masih terasa hampa merasuk sukma...
Dinginnya sang malam menambah penatnya logika sang hamba...
Rindu yang kupinang dalam benak embun dipelupuk mata begitu mati tanpa nada...
Kesuntukan jangan membawamu mereguk kegersangan...
Semangat kian maya saat dirasa nyata...
Jangan bersandar pada nyanyian indah tak bermakna...
Bersandarlah ditepi malam untuk sekedar melapangkan hati atas kesakitan didunia
yang teramat palsu ini disuguhkan...
*terima kasih untuk semua inspirasi dan semangat yang kau berikan, for u a lady justice
Rabu, 27 Mei 2015
Lady Justice Quotes #2
Andai !!
Bisa aku menghapus kesakitan,
Ku kembali menjadi tabula rasa putih kosong,
dan sejatinya suci,
Hingga dapat kuseduhi kenikmatan,
Animusku melemah,
Saat hadapi luka berbalut topeng tawa,
Melubangi super ego,
Tak berdaya, iya tak berdaya,
Karena semua tak pernah singgahi netra,
Hanya sebatas maya yang tak mungkin nyata,
Jemari hanya bisa meremas sisa asa dari waktu,
yang dengan angkuhnya terus berotasi,
Tak ada rasa sedih meskipun terhantam perih,
Tak ada lemah yang berbisik merayu,
Karena aku lebih kuat dan arogan dari segala hal itu...!!
Lady Justice Quotes #1
Aksara rindu yang kupersembahkan untuk seorang jagoan...
Nirkata,
Nirnetra,
Termangu menunggu dan mulai jenuh,
Sepertinya deras hujan pun tak menggubris sang rindu..
Hingga rerumputan hijaupun tak mendengar gemuruhnya..
Dan jika tetap membisu,
Biarkan dia tak bosan menggebu pada lintas orbitnya,
Hingga semua fiksasi ini membias dalam rindu,
Berharap bersama dengan itu,
Hembusan angin datang,
Menerpa menerbangkan kata
"RINDU"
Sabtu, 25 April 2015
Minggu, 08 Maret 2015
Aturan yang Masih Belum Benar
Banyak
sekali aturan yang memang tidak ditulis didalam UU tapi disepakati oleh sebuah
daerah atau wilayah itu biasanya disebut dengan moral seperti “Hati-hati banyak
anak kecil”, dan sebagainya.
Saya
itu gak paham dengan konsep yang seperti itu, seperti peraturan membayar yang
ada diponten umum, pasti kalian pernah lihat kan kalo ditempat wisata atau di
tempat ziarah pasti ada tulisannya kencing Rp. 1000, berak Rp. 2000, mandi Rp.
3000, sebenarnya apa sih yang menyebabkan harganya berbeda, sekalian aja kan
ada tulisannya paket hemat ponten umum special kencing dan mandi atau apalah,
saya pikir-pikir ini sudah seperti restoran, jadi waktu mau masuk ponten
penjaganya ngasih buku menu dan berkata “selamat menikmati apa yang sudah kami
sediakan didalam bapak dan ibu”.
Seharusnya
aturan seperti itu harusnya dibenarkan, kalian gak bisa bayangin kan kalo
didalam ponten mereka mandi dan sebelum mandi mereka kencing dulu, harganya
jadi Rp.4000 kan, seharusnya dikasih tulisan aja “bagi pengguna ponten umum
harus memilih satu aktifitas didalam ponten, jika lebih dari satu maka harus
mengambil paket hemat” kan keren gitu jadinya. Jadi mereka kalo mandi ya mandi
kencing ya kencing, gak bisa juga kan kalo mandi sambil berak atau mandi sambil
kencing.
Selain
itu juga ponten umum itu ngajari kita buat melakukan kejahatan berupa penipuan.
Gimana gak nipu, mereka keluar dari ponten Cuma bayar Rp. 3000 padahal didalam
sudah buang air besar sama kencing. Harusnya namanya tuh bukan kamar mandi umum
tapi diganti kamar mandi digital, kesannya keren kan? Dan didalam sudah ada
cctvnya kemudian yang menjaga kasirnya KPK, jadi gak mungkin ada penipuan. Jadi
seumpama ada yang keluar dari ponten kemudian membayar, KPKnya tanya “ bapak
tadi habis ngapain didalam?” bapanya menjawab “saya tadi habis mandi pak”,
KPKnya bertanya lagi “beneran cuma mandi, bapak jangan bohong loh, ada cctv dan
rekamannya loh, saya aja nafsu lihat bapak didalam tadi”, Bapaknya menjawab
“KPK sekarang kepo ya, pengen tau aja urusan korupsi orang”. Mungkin koruptor
juga belajar dari ponten umum kayaknya, soalnya habis nipu cukup dengan disiram
jejaknya sudah hilang.
Selain
itu saya juga kesal dengan peraturan ponten umum yang harus melepas alas kaki
waktu masuk, ini sangat tidak masuk akal, kan kamar mandi fungsinya untuk
membersihkan yang belum bersih tapi kenapa harus melepas alas kaki, ini sama
saja kalian disuruh nyium cewek tapi lewat skype, sama aja bohong kan. Udah
susah-susah manyunnya tapi ternyata ada batasnya.
Soalnya
saya pernah protes kaya gitu, waktu masuk ponten sandal saya masih saya pake,
kemudian KPKnya ngomong “mas alas kakinya dilepas ya”, saya jawab, loh kenapa
pak, saya kan mau mandi”, kemudian dia bertanya lagi “iya, mas mau mandi kan
bersihin badan?”, saya jawab toh, “ bukan pak, saya mau mandiin sandal saya
biar bersih”. Saya diusir dari ponten akhirnya.
Trus
pertanyaan saya apa bedanya ponten sama tempat ibadah, mangkanya saya usul pada
pemerintah sekitar, jangan bikin ponten umum lagi, ya tetep aja bikin kamar
mandi umum tapi namanya diganti menjadi Kamar mandi berbasis internasional jadi
didalamnya sudah bisa buat mandi, buang air besar dan kecil, sekalian sholat
habis sholat terus ada kasurnya buat tidur juga kemudian ada kasirnya yang
berkata “selamat menikmati apa yang sudah kami sediakan didalam bapak dan ibu”.
Saya Luqman Hakim terima kasihKeadaan Hukum yang terjadi di Indonesia
Mahasiswa,
trending topik yang akan kita bicarakan sekarang, karena mahasiswa kalo dalam
bahasa Universitas terlebih UIN Malang adalah sebagai agent of change dan
agent of control, intinya sebagai sosok yang bisa merubah dan mengontrol
keadaan hukum diindonesia #ciyeeee !@#$%^&*()_+
Ngomong-ngomong
masalah hukum, saya itu gak paham dengan konsep aparat penegak hukum
diindonesia, karena seringkali terjadi diskriminasi antara mereka, terutama
dalam seminar atau workshop yang terjadi dikalangan mahasiswa. Contohnya,
seperti dalam kasus seminar, selalunya yang menjadi pemateri itu kalo gak
jaksa, hakim, kalo gak gitu polisi dan TNI.
Permasalahannya
adalah kenapa satpam dan hansip tidak pernah jadi pemateri, kasian kan mereka.
Padahal notabene juga aparat penegak hukum di Indonesia, mereka juga
butuh terkenal keles, udah gajinya gak pernah naik, molor juga kalo
ngasih gaji, gak bisa korupsi lagi, eh gak gak tahu juga sih mereka pernah
korupsi atau tidak. kasian banget kan?
Tapi
saya pikir mereka itu sama saja, antara satpam dan polisi. Bedanya Cuma beda
tipis, tipiiiis bingit, yang menjadi perbedaan adalah masalah
perdamaian, kalo polisi damai itu lima puluh ribu rupiah, tapi kalo satpam
murah damainya Cuma seribu rupiah, jadi sama aja kaya kalo kita ditempat
prostitusi antara makelar lama sama makelar baru, seumpama ini percakapan
antara pembeli dihadapkan dengan makelar lama dan makelar baru, sebut saja
makelar lamanya namanya bunga dia umurnya 37 tahun, dan makelar barunya namanya
mawar dia umurnya 17 tahun kemudian ada makelar magang namanya bunga mawar dia
sudah tidak berumur !@#$%^&*(_+
Jadi
seperti ini percakapannya,” mbak bunga dijual berapa yang dietalase itu?”
makelar lama menjawab “itu mahal bro kualitasnya sudah terjamin pasti puas dan
pas. Cukup lima ratus ribu sajalah buat kamu. (berhenti sejenak), pake nota
gak, gak sekalian pulsanya, kembaliannya bisa disumbangkan?”.!@#$$%^&*(())_
Kemudian
pembeli bertanya kepada makelar baru, “ mbak mawar dijual berapa yang masih
diangkutan itu?” makelar baru menjawab “ dia masih bibit bro, Cuma-Cuma aja
buat kamu lima puluh ribu deh”. (berhenti sejenak) net gan nego alus, nego
kasar delcont, COD.an pasar dinoyo. !@#$%^&*()_+
Ini
sebenarnya jual apa sih, jual orang atau jual barang atau jual mulut, intinya
sama-sama bayarnya kan? Kenapaaaa, kenapaa harus bayar, anehnya lagi 2014
sekarang trafickingnya masih standart soalnya masih ditaruh diruangan,
nanti 5 tahun lagi zaman semakin modern trafickingnya sudah gahool,
manusianya ditaruh dibotol kayak jin dan jun gitu, jadi ngejualnya sudah bisa
dijual di pasar dan toko-toko terdekat. Subhanalloh, nikmat mana lagi yang mau
kita dustakan ?!
Padahal
mereka sudah digaji tapi kenapa masih suruh bayar kitanya, padahal saya itu
kalo ketilang alasan saya benar, kan pernah saya ketilang karena gak bawa
spion, saya Tanya ke polisinya “kenapa saya ditilang pak, kan sudah lengkap
semua administrasi saya?” polisinya tanya, “kamu sudah merasa benar anak muda?
Padahal kamu masih melanggar aturan lalu lintas”, saya menjawab lagi “lantas
apa yang saya lakukan pak polisi sehingga bapak menuduh saya salah?” polisinya
menjawab “motor kamu itu gak ada spionnya”, saya menjawab balik “saya lagi move
on pak polisi gak mau lihat kebelakang jadinya saya copot spion
saya”.!@#$%%^&*()_+
Setelah
saya bilang gitu kemudian polisinya bertanya pada saya “kamu gak punya sopan
santun ya?” saya jawab “kenapa pak, kok bisa bapak bilang gitu?”, dalam situasi
ini saya membelakangi polisinya, trus kemudian polisinya menepuk pundak saya,
yasudah saya sebagai umat muslim yang baik langsung saja tanpa basa basi
“AllahuAkbar” #sholat.
Setelah
membahas aparatnya sekarang kita membahas LPnya, diperhatikan ya anak-anak. Intinya
LP itu kan penjara ya, tapi saya itu gak paham dengan konsep penjara di
Indonesia, dalam pemikiran saya itu ya terali besi didalamnya gak ada
apa-apanya. Tapi di Indonesia sepertinya berbeda, apalagi kalo masuk penjara
(penjara cintamu). !@#%$%^&*()_+
Saya
itu emosi lihat keadaan penjara yang seperti itu, mana ada penjara yang
didalamnya ada AC, mana ada penjara yang didalamnya ada tempat tidur dan tempat
santai, yang ada swalayannya, yang ada orang yang sukanya bertanya kembaliaanya
bisa disumbangkan. Ya ada sih di Indonesia. #hahahaha, dan ini yang bertentangan
dengan pernyataan yang dinyatakan oleh aparat tentang fungsi dari mereka
dimasukkan penjara dan dihukum itu memberikan efek jera, bagaimana bisa jera
kalo penjaranya kayak rumah sendiri, ya malah seneng para oknum ini dimasukkan
penjara, apalagi koruptor, beberapa tahun lagi KPK juga pasti suka kalo masuk
penjara (penjara cintamu). Itu sama saja dengan kalian disuruh pilih janda rasa
perawan dan perawan yang sudah tua, kalo saya sih milih prawan, jandanya saya
simpan.!@#$%^&*()_+
Saya Luqman Hakim, terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)
