Mahasiswa,
trending topik yang akan kita bicarakan sekarang, karena mahasiswa kalo dalam
bahasa Universitas terlebih UIN Malang adalah sebagai agent of change dan
agent of control, intinya sebagai sosok yang bisa merubah dan mengontrol
keadaan hukum diindonesia #ciyeeee !@#$%^&*()_+
Ngomong-ngomong
masalah hukum, saya itu gak paham dengan konsep aparat penegak hukum
diindonesia, karena seringkali terjadi diskriminasi antara mereka, terutama
dalam seminar atau workshop yang terjadi dikalangan mahasiswa. Contohnya,
seperti dalam kasus seminar, selalunya yang menjadi pemateri itu kalo gak
jaksa, hakim, kalo gak gitu polisi dan TNI.
Permasalahannya
adalah kenapa satpam dan hansip tidak pernah jadi pemateri, kasian kan mereka.
Padahal notabene juga aparat penegak hukum di Indonesia, mereka juga
butuh terkenal keles, udah gajinya gak pernah naik, molor juga kalo
ngasih gaji, gak bisa korupsi lagi, eh gak gak tahu juga sih mereka pernah
korupsi atau tidak. kasian banget kan?
Tapi
saya pikir mereka itu sama saja, antara satpam dan polisi. Bedanya Cuma beda
tipis, tipiiiis bingit, yang menjadi perbedaan adalah masalah
perdamaian, kalo polisi damai itu lima puluh ribu rupiah, tapi kalo satpam
murah damainya Cuma seribu rupiah, jadi sama aja kaya kalo kita ditempat
prostitusi antara makelar lama sama makelar baru, seumpama ini percakapan
antara pembeli dihadapkan dengan makelar lama dan makelar baru, sebut saja
makelar lamanya namanya bunga dia umurnya 37 tahun, dan makelar barunya namanya
mawar dia umurnya 17 tahun kemudian ada makelar magang namanya bunga mawar dia
sudah tidak berumur !@#$%^&*(_+
Jadi
seperti ini percakapannya,” mbak bunga dijual berapa yang dietalase itu?”
makelar lama menjawab “itu mahal bro kualitasnya sudah terjamin pasti puas dan
pas. Cukup lima ratus ribu sajalah buat kamu. (berhenti sejenak), pake nota
gak, gak sekalian pulsanya, kembaliannya bisa disumbangkan?”.!@#$$%^&*(())_
Kemudian
pembeli bertanya kepada makelar baru, “ mbak mawar dijual berapa yang masih
diangkutan itu?” makelar baru menjawab “ dia masih bibit bro, Cuma-Cuma aja
buat kamu lima puluh ribu deh”. (berhenti sejenak) net gan nego alus, nego
kasar delcont, COD.an pasar dinoyo. !@#$%^&*()_+
Ini
sebenarnya jual apa sih, jual orang atau jual barang atau jual mulut, intinya
sama-sama bayarnya kan? Kenapaaaa, kenapaa harus bayar, anehnya lagi 2014
sekarang trafickingnya masih standart soalnya masih ditaruh diruangan,
nanti 5 tahun lagi zaman semakin modern trafickingnya sudah gahool,
manusianya ditaruh dibotol kayak jin dan jun gitu, jadi ngejualnya sudah bisa
dijual di pasar dan toko-toko terdekat. Subhanalloh, nikmat mana lagi yang mau
kita dustakan ?!
Padahal
mereka sudah digaji tapi kenapa masih suruh bayar kitanya, padahal saya itu
kalo ketilang alasan saya benar, kan pernah saya ketilang karena gak bawa
spion, saya Tanya ke polisinya “kenapa saya ditilang pak, kan sudah lengkap
semua administrasi saya?” polisinya tanya, “kamu sudah merasa benar anak muda?
Padahal kamu masih melanggar aturan lalu lintas”, saya menjawab lagi “lantas
apa yang saya lakukan pak polisi sehingga bapak menuduh saya salah?” polisinya
menjawab “motor kamu itu gak ada spionnya”, saya menjawab balik “saya lagi move
on pak polisi gak mau lihat kebelakang jadinya saya copot spion
saya”.!@#$%%^&*()_+
Setelah
saya bilang gitu kemudian polisinya bertanya pada saya “kamu gak punya sopan
santun ya?” saya jawab “kenapa pak, kok bisa bapak bilang gitu?”, dalam situasi
ini saya membelakangi polisinya, trus kemudian polisinya menepuk pundak saya,
yasudah saya sebagai umat muslim yang baik langsung saja tanpa basa basi
“AllahuAkbar” #sholat.
Setelah
membahas aparatnya sekarang kita membahas LPnya, diperhatikan ya anak-anak. Intinya
LP itu kan penjara ya, tapi saya itu gak paham dengan konsep penjara di
Indonesia, dalam pemikiran saya itu ya terali besi didalamnya gak ada
apa-apanya. Tapi di Indonesia sepertinya berbeda, apalagi kalo masuk penjara
(penjara cintamu). !@#%$%^&*()_+
Saya
itu emosi lihat keadaan penjara yang seperti itu, mana ada penjara yang
didalamnya ada AC, mana ada penjara yang didalamnya ada tempat tidur dan tempat
santai, yang ada swalayannya, yang ada orang yang sukanya bertanya kembaliaanya
bisa disumbangkan. Ya ada sih di Indonesia. #hahahaha, dan ini yang bertentangan
dengan pernyataan yang dinyatakan oleh aparat tentang fungsi dari mereka
dimasukkan penjara dan dihukum itu memberikan efek jera, bagaimana bisa jera
kalo penjaranya kayak rumah sendiri, ya malah seneng para oknum ini dimasukkan
penjara, apalagi koruptor, beberapa tahun lagi KPK juga pasti suka kalo masuk
penjara (penjara cintamu). Itu sama saja dengan kalian disuruh pilih janda rasa
perawan dan perawan yang sudah tua, kalo saya sih milih prawan, jandanya saya
simpan.!@#$%^&*()_+
Saya Luqman Hakim, terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar