Minggu, 08 Maret 2015

Keadaan Hukum yang terjadi di Indonesia

Mahasiswa, trending topik yang akan kita bicarakan sekarang, karena mahasiswa kalo dalam bahasa Universitas terlebih UIN Malang adalah sebagai agent of change dan agent of control, intinya sebagai sosok yang bisa merubah dan mengontrol keadaan hukum diindonesia #ciyeeee !@#$%^&*()_+
Ngomong-ngomong masalah hukum, saya itu gak paham dengan konsep aparat penegak hukum diindonesia, karena seringkali terjadi diskriminasi antara mereka, terutama dalam seminar atau workshop yang terjadi dikalangan mahasiswa. Contohnya, seperti dalam kasus seminar, selalunya yang menjadi pemateri itu kalo gak jaksa, hakim, kalo gak gitu polisi dan TNI.
Permasalahannya adalah kenapa satpam dan hansip tidak pernah jadi pemateri, kasian kan mereka. Padahal notabene juga aparat penegak hukum di Indonesia, mereka juga butuh terkenal keles, udah gajinya gak pernah naik, molor juga kalo ngasih gaji, gak bisa korupsi lagi, eh gak gak tahu juga sih mereka pernah korupsi atau tidak. kasian banget kan?
Tapi saya pikir mereka itu sama saja, antara satpam dan polisi. Bedanya Cuma beda tipis, tipiiiis bingit, yang menjadi perbedaan adalah masalah perdamaian, kalo polisi damai itu lima puluh ribu rupiah, tapi kalo satpam murah damainya Cuma seribu rupiah, jadi sama aja kaya kalo kita ditempat prostitusi antara makelar lama sama makelar baru, seumpama ini percakapan antara pembeli dihadapkan dengan makelar lama dan makelar baru, sebut saja makelar lamanya namanya bunga dia umurnya 37 tahun, dan makelar barunya namanya mawar dia umurnya 17 tahun kemudian ada makelar magang namanya bunga mawar dia sudah tidak berumur !@#$%^&*(_+
Jadi seperti ini percakapannya,” mbak bunga dijual berapa yang dietalase itu?” makelar lama menjawab “itu mahal bro kualitasnya sudah terjamin pasti puas dan pas. Cukup lima ratus ribu sajalah buat kamu. (berhenti sejenak), pake nota gak, gak sekalian pulsanya, kembaliannya bisa disumbangkan?”.!@#$$%^&*(())_
Kemudian pembeli bertanya kepada makelar baru, “ mbak mawar dijual berapa yang masih diangkutan itu?” makelar baru menjawab “ dia masih bibit bro, Cuma-Cuma aja buat kamu lima puluh ribu deh”. (berhenti sejenak) net gan nego alus, nego kasar delcont, COD.an pasar dinoyo. !@#$%^&*()_+
Ini sebenarnya jual apa sih, jual orang atau jual barang atau jual mulut, intinya sama-sama bayarnya kan? Kenapaaaa, kenapaa harus bayar, anehnya lagi 2014 sekarang trafickingnya masih standart soalnya masih ditaruh diruangan, nanti 5 tahun lagi zaman semakin modern trafickingnya sudah gahool, manusianya ditaruh dibotol kayak jin dan jun gitu, jadi ngejualnya sudah bisa dijual di pasar dan toko-toko terdekat. Subhanalloh, nikmat mana lagi yang mau kita dustakan ?!
Padahal mereka sudah digaji tapi kenapa masih suruh bayar kitanya, padahal saya itu kalo ketilang alasan saya benar, kan pernah saya ketilang karena gak bawa spion, saya Tanya ke polisinya “kenapa saya ditilang pak, kan sudah lengkap semua administrasi saya?” polisinya tanya, “kamu sudah merasa benar anak muda? Padahal kamu masih melanggar aturan lalu lintas”, saya menjawab lagi “lantas apa yang saya lakukan pak polisi sehingga bapak menuduh saya salah?” polisinya menjawab “motor kamu itu gak ada spionnya”, saya menjawab balik “saya lagi move on pak polisi gak mau lihat kebelakang jadinya saya copot spion saya”.!@#$%%^&*()_+
Setelah saya bilang gitu kemudian polisinya bertanya pada saya “kamu gak punya sopan santun ya?” saya jawab “kenapa pak, kok bisa bapak bilang gitu?”, dalam situasi ini saya membelakangi polisinya, trus kemudian polisinya menepuk pundak saya, yasudah saya sebagai umat muslim yang baik langsung saja tanpa basa basi “AllahuAkbar” #sholat.
Setelah membahas aparatnya sekarang kita membahas LPnya, diperhatikan ya anak-anak. Intinya LP itu kan penjara ya, tapi saya itu gak paham dengan konsep penjara di Indonesia, dalam pemikiran saya itu ya terali besi didalamnya gak ada apa-apanya. Tapi di Indonesia sepertinya berbeda, apalagi kalo masuk penjara (penjara cintamu). !@#%$%^&*()_+
Saya itu emosi lihat keadaan penjara yang seperti itu, mana ada penjara yang didalamnya ada AC, mana ada penjara yang didalamnya ada tempat tidur dan tempat santai, yang ada swalayannya, yang ada orang yang sukanya bertanya kembaliaanya bisa disumbangkan. Ya ada sih di Indonesia. #hahahaha, dan ini yang bertentangan dengan pernyataan yang dinyatakan oleh aparat tentang fungsi dari mereka dimasukkan penjara dan dihukum itu memberikan efek jera, bagaimana bisa jera kalo penjaranya kayak rumah sendiri, ya malah seneng para oknum ini dimasukkan penjara, apalagi koruptor, beberapa tahun lagi KPK juga pasti suka kalo masuk penjara (penjara cintamu). Itu sama saja dengan kalian disuruh pilih janda rasa perawan dan perawan yang sudah tua, kalo saya sih milih prawan, jandanya saya simpan.!@#$%^&*()_+
Saya Luqman Hakim, terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar