Kamis, 30 Mei 2013

Diskriminasi



Dizaman yang sudah modern ini sudah sangat maju dan berkembang pesat semuanya,, sekarang kurang apa ? sudah lengkap semua diindonesia itu, kurang ajar, kurang pendidikan, kurang kampanye, kurang disayang, sudah lengkap lah kalau kiranya ini ada diindonesia. Apalagi kalau ada dikota malang nih, kota yang sekarang sedang saya singgahi untuk menuntut ilmu, sudah sangat lengkap, kurang apalagi, kurang macet, kurang gede jalannya, kurang panas, dan mungkin kurang akar juga ya kalau dimalang. Sampai-sampai saya sendiri merasa kurang besar untuk hidup dimalang, takutnya hilang dikota sesempit ini, sungguh sangat diskriminasi sekali.
            Bisa dibayangkan sekarang, setiap saya kemana-mana pasti terlihat kecil, di kampus, di mall, di jalan raya, di alun-alun, bahkan yang paling parah didalam kamar saya juga merasa sangat kecil, dan sempat berfikir dalam benak saya, kota ini sebenarnya alay atau saya yang tida besar-besar ya.
            Tapi saya tetap optimis saja lah untuk hal diskriminasi ini, karena saya ykin tuhan itu pasti adil dalam penentuan keputusan. Dan saya juga yankin kalau saya tumbuh besar pasti muka saya jelek seperti pemain Indonesia yang naturalisasi dari timur, oleh sebab itu dengan kebesaran hati, saya menetapkan takdir kehidupan saya untuk tetap menjadi orang kecil. Disamping itu juga saya berfikiran kalau tetap kecil seperti ini pasti bisa jadi bintang iklan diacara idola cilik.
            Tapi ngomong-ngomong masalah diskriminasi, saya jadi ingat waktu saya konser (udah kayak artis kan), wktu itu saya konser di salah satu mall dimalang yakni MOG (Mall Olimpyc Garden), waktu itu saya kepikiran, masak iya MOG sama saya tinggian MOG ? hina banget kan sekarang ciptaan tuhan daripada ciptaan manusia.
            Sekarang sudah terbukti bahwa tuhan sudah dalam puncak ketuhanannya oleh sebab itu tuhan menyerah dan melambaikan tangan serta keluar dari tempat uji nyali, (emang film yak). Jadi untuk para cewek yang menghina saya, asal kalian tahu saya ini bukan murahan, tapi saya adalah cowok gampangan. Lagi-lagi saya harus terkena diskriminasi.
            Memang sekarang orang kecil diindonesia itu pasti jadi bahan omongan dan gunjingan, dan sejak saat itu saya merasa bahwa Indonesia adalah negara dengan nama alay, bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah negara hotshoot, negara silet, dan negara selebrita, ya tuhan semoga tuhan memberkati negaraku ini.
            Tapi jangan salah ya, asal kalian tahu saja kalau orang yang menghina saya itu pasti dengan hinaan yang istimewa dan bahagia, keren banget kan, contohnya saja ini ya, saya kan pernah ini ya, setelah ganti model rambut dengan gaya Mohawk alay unyu-unyu. Teman saya ka nada dikampus dan ketemu sama saya dijalan, ketika dia melihat saya seraya berkata “ eh, kamu itu item, jelek, gaya lagi”, secara spontan saya pun kaget dan terpingkal dengan berkata “oh ya?,,” dalam hati saya tanda Tanya besar hina banget saya kan sungguh terlalu.
            Tapi saya yakin siapapun yang menghina saya pasti akan kecewa kelak, dan terbukti bahwa dia telah kecewa dan 10 menit kemudian dia berkata “tapi model rambut kamu unyu banget, keren sumpah”. Sungguh terbukti bahwa bukti dari tuhan yang juga masih ada pembelaan terhadap makhluk kecil seperti saya ini.
            Terbukti juga kan, dan sudah banyak orang mengatakan seperti itu, bahkan omongan itu sudah masuk category best seller, ya saya tidak sombong lah untuk menanggapi itu dan tidak perlu untuk memberi kalian semua kata-kata mutiara untuk bisa seperti saya. Disamping itu juga saya tidak sombong lah, saya kan juga tida mau kayak orang Indonesia, iya beneran, masak mau menjadi walikota saja pamfletnya bisa buat menutupi balai desa. Sombong banget kan. Astaghfirullohaladzim.
            Oleh sebab itu kalian kaum-kaum kecil harus bangga seperti saya sekarang, karena mengapa? Karena saya setiap hari dipuja dan dipuji oleh semua orang dan yang pasti saya orangnya unyu-unyu, keren dan tidak sombong, dan yang paling pasti, selalu terkena diskriminasi.
            Ngomong-ngomong masalah diskriminasi lagi, saya jadi teringat motor teman saya, saya kan juga tida mungkin untuk naik motor, kan saya kecil jadi tida mungkin untuk kaki saya sampai ditanah. Dan asala kalian tahu apa motornya? Motornya adalah VESPA, kalian tahu vespa kan, kasihan banget hidupnya, sudah besar, keren macho dan tua. Hidupnya diskriminasi banget motor vespa itu, sudah tidak bisa naik menajdi 4 tak, dan yang paling berbahaya sampai saat ini vespa tetap tidak merubah statusnya sebagai jomblo.
            Padahal kalau kita tahu bahwa vespa adalah alat pembuktian kesetiaan dan kematrean seorang cewek kepada cowok. Iya kan, benar kan? Coba nanti kalau kalian para cowok mempunya motor vespa dan motor satria FU, suruhlah cewek kalian memilih untuk naik motor yang mana, kalau cewek kalian memilih vespa berarti cewek kalian setia, tetapi kalau ternyata cewek kalian memilih satria FU berarti segera dijual muka kalian beserta motor satria FU nya.
            Karena menurut saya sudah tida ada gunanya lagi untuk kalian para cowok, sama saja terdiskriminasi dengan motor kalian sendiri kan, jelek sekali hidup kalian. Dan yang sangat luar biasa adalah bukan hanya orang kecil yang terkena diskriminasi, ternyata orang jelek juga terkena diskriminasi, tidak bisa membayangkan saya jika ada yang jelek dan kecil, pasti sangat hina hidupnya.
            Dan asal kalian tahu juga ya, bahwasanya vespa itu tidak layak untuk terdiskriminas, karena apa? Karena vespa adalah motor yang tidak mungkin kena tilang polisi (kalau polisinya gak matre), yang bakal menang kalau ada perlombaan (lomba tabrakan sama motor bebek laiinya). Kalian bisa bayangin kan vespa sendiri terbuat dari besi yang sangat tua, sedangkan motor bebek lainnya hanya terbuat dari atom.
            Dan vespa itu adalah motor yang sangat sederhana jujur dan baik hatinya, kalah kan kita umat manusia, vespa itu sangat tegas dengan suara yang lantang dan bisa menampung orang banyak dan yang paling stimewa ban vespa sangat jarang sekali mengalami cidera. Sudah sama kayak orang kecil kan yang sangat keren dan istimewa serta jujur dan baik hatinya.
            Coba kita bayangkan kalau ada surga buat motor pasti vespa akan masuk surge duluan tanpa hisab, begitupun dengan orang kecil kalau tida ada orang besar yang kemudian menyerobot masuk surga, pasti yang kecil masuk surga duluan tanpa hisab, akan tetapi berhubung kesenggol dan kalah gede saja akhirnya orang kecil jatuh terkena diskriminasi dan dihisab dineraka.
Saya Luqman Hakim, terimakasih.

Selasa, 12 Maret 2013

Pemira 2013 (uin maliki malang 2013)



Menyoal keapatisan mahasiswa UIN Malang dengan fenomena yang hari ini terjadi di bumi UIN, bahkan banyak yang menganggap ini hanyalah hal yang biasa, dan tidak akan memberikan dampak yang positif kepada mahasiswa pada umumnya.
Sebagai salah satu contoh gawe besar yang akan digelar adalah Pemilu raya mahasiswa (PEMIRA) yang hari ini telah melewati beberapa tahap, dan pada tanggal 18 april mendatang akan dilaksanakan pemilihan legeslatif dan eksekutif mahasiswa. Walaupun begitu tidak banyak mahasiswa UIN yang tau. Dan banyak yang cenderung tidak mau tahu, mengaca pada tahun kemarin jumlah pemilih tidak lebih dari 40% dari keseluruhan mahasiswa UIN Malang. Betapa sangat disayangkan ketika akan di adakan regenerasi kepengurusan republik mahasiswa tetapi sangat kurang kepedulian mahasiswa.
Oleh karenanya apakah benar sebagian besar mahasiswa UIN apatis dengan momen ini, ataukah mereka kecewa dan tidak merasa ada gunanya memilih yang tidak memberikan manfaat nyata buat mereka. Selain hal di atas perlu juga diperhatikan jumlah calon yang mendaftar hanya beberapa orang saja, dan cenderung dibeberapa kursi hanya ditempati satu calon, sehingga menjadikan PEMIRA terasa hampa karena hampir semua di tataran DEMA-F dan DEMA-U cenderung tidak ada calon yang ada sainganya.
Banyak spekulasi yang terjadi, dengan beberapa persoalan yang menahun di republik mahasiswa UIN Malang, dis-orientasi kepemimpinan dan dis-orientasi organisasi mahasiswa yang makin nyata dan tidak perlu kita munafik untuk mengungkapkanya, karena itu merupakan fakta banyak agenda yang dilakukan oleh aktifis kampus cenderung sebagai EO bukan menerapkan nilai substansi dalam setiap acara dan momen sehingga yang dirasakan mahasiswa hari ini hanya sebagai acara saja dan tidak menarik untuk di ikuti.
Sebagai refleksi dan evaluasi kita bersama dalam momen besar republik mahasiswa ini harus ada perubahan yang nyata. Yang kedepanya salah satu hal seperti ini tidak di anggap biasa saja dan tiada manfaatnya.
Terlepas dari semua itu, sebagai mahasiswa dan insan akademisi seharusnya perduli dengan segala aktifitas kemahasiswaan, karena itu merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, sebagai miniatur pemerintahan yang dicover dalam republik mahasiswa yang nantinya bila digunakan dengan maksimal akan memberikan manfaat bagi semua mahasiswa.
Kontribusi berupa pemikiran dan tenaga merupakan gambaran real untuk mewujudkan good governance dalam kehidupan mahasiswa, dimulai dari partisipasi PEMIRA kemudian di teruskan dengan pengawalan mahasiswa yang menjabat di tataran ekskutif maupun yudikatif, yang nantinya akan memberikan tawaran program kerja selama kepengurusan kepada seluruh mahasiswa. Selain itu juga butuh dukungan dan partisipasi untuk ikut serta memberikan kemanfaatan kepada semuanya.
Semuanya menggambarkan kepedulian dan pro aktif terhadap dunia kemahasiswaan sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai generasi penerus bangsa ini, yang membutuhkan modal berupa pengalaman dan pelatihan untuk membentuk insan yang matang secara akademis dan profesiaonal yang nantinya siap diterjunkan dalam dunia real masyarakat, sehingga perubahan akan terasa dengan adanya mahasiswa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, yang mampu memberikan perubahan dan kemajuan terhadap kehidupan bangsa ini. Sehingga terciptalah dinamika kehidupan harmonis dan mensejahterakan.

Kontroversi dibalik sejarah Supersemar



 Berbicara mengenai supersemar atau surat perintah sebelas maret ini memang tidak ada habisnya karena banyak sekali kontradiksi mengenai presepsi supersemar, dari sekian kaum ada yang mengatakan bahwa sejarah ini hanya mitos dan dari sekian kaum yang lain mengatakan bahwa sejarah ini benar terjadi karena sejarah ini banyak keterkaitan dengan sejarah lain semisal sejarah G 30 S PKI dan sejarah lubang buaya serta sejarah yang lainnya.
            “...Soeharto adalah seorang ahli strategi yang handal. Tetapi ia bukan seorang ‘grand master’ yang mampu menghitung 10-15 langkah ke depan di papan catur. Ia lebih banyak beruntung karena piawai memanfaatkan kesempatan...”(Dr. Asvi Warman Adam). Salah satu pengamat sosial yang mengatakan bahwa supersemar adalah surat pemberontakan sebelas maret.
            Tepatnya pada tanggal 11 Maret 1966 kontroversi seputar Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966 seakan tidak pernah ada habisnya dibicarakan. Banyak yang menggugat bahwa Supersemar yang ditandangani oleh presiden Soekarno pada dini hari tersebut sebenarnya adalah surat mandat yang diberikan kepada Soeharto untuk mengamankan keadaan negara yang sedang gawat. Memang pada waktu itu kondisi sosial-politik sedang kacau balau pascapemberontakan G30 S/PKI. Karena itu, seharusnya Soeharto menyerahkan kembali mandat tersebut kepada presiden Soekarno setelah selesai menjalankan tugas.[1]
            Namun yang terjadi justru tidak demikian. Sekenario untuk menjatuhkan presiden Soekarno ternyata sudah direncanakan matang-matang. Des Alwi – mantan anggota Dewan Banteng pencetus PRRI yang juga dianggap sebagai gerakan separatis – adalah tokoh di balik layar yang berperan penting dalam peristiwa tersebut. Ia tidak hanya lihai dalam melakukan rekayasa penandatanganan Supersemar. Akan tetapi kepandaiannya dalam mempengaruhi MPR/DPR untuk mengangkat Soeharto sebagai presiden RI dengan menggunakan mandat yang disalahgunakan tersebut, merupakan “strategi jitu” yang terbukti “keampuhannya” dalam jangka waktu yang sangat panjang.
            Soeharto sendiri disini dianggap sebagai The Living Legend karena kepiawaiannya sebagai kostrad TNI-AD yang mampu menyusun strategi untuk meluruskan semua rencananya dan Soeharto dianggap sebagai orang yang berhasil pada saat itu karena mampu untuk mengambil kesempatan yang brilliant.
            Di sinilah kita melihat sosok Soeharto sebagai aktor di balik terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah yang telah dibengkokkan sedemikian rupa, termasuk di dalamnya adalah peristiwa Supersemar yang kontroversial itu.
            “pertarungan sejarah” yang senantiasa menghasilkan kekalahan dan kemenangan. Dalam konteks ini, Soeharto adalah salah satu pihak yang keluar sebagai pemenang (juara) dan berhak mendapatkan gelar sebagai The Living Legend. Sedangkan Soekarno hanya kurang beruntung karena sejatinya ia “kalah” dalam sebuah pertarungan yang diwarnai dengan kecurangan.
Kejeniusan Soeharto dalam upayanya menggulingkan presiden Soekarno sebenarnya hanya terletak pada kepiawaiannya dalam memanfaatkan sekecil apa pun setiap kesempatan. Instabilitas sosial-politik pascaserangan G30S/PKI, misalnya, dijadikan sebagai kesempatan emas untuk memaksa presiden Soekarno membuat dan menandatangani Supersemar sebagai surat mandat. Tetapi “keterpaksaan” presiden Soekarno dalam konteks ini bukan menunjukkan betapa ia sangat lemah, tidak pandai, dan kerdil dalam menghadapi serangan dari musuh yang tidak lain adalah anak buahnya sendiri. Sebab posisi Soekarno pada waktu itu benar-benar tertekan, ditodong, dan berada dalam kondisi “keterkepungan” yang memang sudah direkayasa sebelumnya.[2]
Peristiwa sejarah ini mungkin ruang gelap dibulan maret 1966 silam, karena banyak menyisakan kisah yang masih bertanda tangan besar untuk Indonesia ini. Karena pelaku sejarahnya sudah tidak ada lagi yang bisa diminta pertanggungjawaban lagi.
Banyak sekali pertentangan di peristiwa ini oleh sebab itu dengan harapan penuh penulis agar semua pembaca untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi diindonesia karena memang sangat hangat bila diperbincangan. Semoga tuhan membuka mata hati kita.


[1] Al-faruq/Buletin/Peristiwa Sejarah  Peristiwa Sejarah Supersemar.htm
[2] Al-faruq/Buletin/Surat Perintah Sebelas Maret - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm