Dizaman
yang sudah modern ini sudah sangat maju dan berkembang pesat semuanya,,
sekarang kurang apa ? sudah lengkap semua diindonesia itu, kurang ajar, kurang
pendidikan, kurang kampanye, kurang disayang, sudah lengkap lah kalau kiranya
ini ada diindonesia. Apalagi kalau ada dikota malang nih, kota yang sekarang
sedang saya singgahi untuk menuntut ilmu, sudah sangat lengkap, kurang apalagi,
kurang macet, kurang gede jalannya, kurang panas, dan mungkin kurang akar juga
ya kalau dimalang. Sampai-sampai saya sendiri merasa kurang besar untuk hidup
dimalang, takutnya hilang dikota sesempit ini, sungguh sangat diskriminasi
sekali.
Bisa dibayangkan sekarang, setiap
saya kemana-mana pasti terlihat kecil, di kampus, di mall, di jalan raya, di
alun-alun, bahkan yang paling parah didalam kamar saya juga merasa sangat
kecil, dan sempat berfikir dalam benak saya, kota ini sebenarnya alay atau saya
yang tida besar-besar ya.
Tapi saya tetap optimis saja lah
untuk hal diskriminasi ini, karena saya ykin tuhan itu pasti adil dalam
penentuan keputusan. Dan saya juga yankin kalau saya tumbuh besar pasti muka
saya jelek seperti pemain Indonesia yang naturalisasi dari timur, oleh sebab
itu dengan kebesaran hati, saya menetapkan takdir kehidupan saya untuk tetap
menjadi orang kecil. Disamping itu juga saya berfikiran kalau tetap kecil
seperti ini pasti bisa jadi bintang iklan diacara idola cilik.
Tapi ngomong-ngomong masalah
diskriminasi, saya jadi ingat waktu saya konser (udah kayak artis kan), wktu
itu saya konser di salah satu mall dimalang yakni MOG (Mall Olimpyc Garden),
waktu itu saya kepikiran, masak iya MOG sama saya tinggian MOG ? hina banget
kan sekarang ciptaan tuhan daripada ciptaan manusia.
Sekarang sudah terbukti bahwa tuhan
sudah dalam puncak ketuhanannya oleh sebab itu tuhan menyerah dan melambaikan
tangan serta keluar dari tempat uji nyali, (emang film yak). Jadi untuk para
cewek yang menghina saya, asal kalian tahu saya ini bukan murahan, tapi saya
adalah cowok gampangan. Lagi-lagi saya harus terkena diskriminasi.
Memang sekarang orang kecil
diindonesia itu pasti jadi bahan omongan dan gunjingan, dan sejak saat itu saya
merasa bahwa Indonesia adalah negara dengan nama alay, bisa dikatakan bahwa
Indonesia adalah negara hotshoot, negara silet, dan negara selebrita, ya tuhan
semoga tuhan memberkati negaraku ini.
Tapi jangan salah ya, asal kalian
tahu saja kalau orang yang menghina saya itu pasti dengan hinaan yang istimewa
dan bahagia, keren banget kan, contohnya saja ini ya, saya kan pernah ini ya,
setelah ganti model rambut dengan gaya Mohawk alay unyu-unyu. Teman saya ka
nada dikampus dan ketemu sama saya dijalan, ketika dia melihat saya seraya
berkata “ eh, kamu itu item, jelek, gaya lagi”, secara spontan saya pun kaget
dan terpingkal dengan berkata “oh ya?,,” dalam hati saya tanda Tanya besar hina
banget saya kan sungguh terlalu.
Tapi saya yakin siapapun yang
menghina saya pasti akan kecewa kelak, dan terbukti bahwa dia telah kecewa dan
10 menit kemudian dia berkata “tapi model rambut kamu unyu banget, keren sumpah”.
Sungguh terbukti bahwa bukti dari tuhan yang juga masih ada pembelaan terhadap
makhluk kecil seperti saya ini.
Terbukti juga kan, dan sudah banyak
orang mengatakan seperti itu, bahkan omongan itu sudah masuk category best
seller, ya saya tidak sombong lah untuk menanggapi itu dan tidak perlu untuk
memberi kalian semua kata-kata mutiara untuk bisa seperti saya. Disamping itu
juga saya tidak sombong lah, saya kan juga tida mau kayak orang Indonesia, iya
beneran, masak mau menjadi walikota saja pamfletnya bisa buat menutupi balai
desa. Sombong banget kan. Astaghfirullohaladzim.
Oleh sebab itu kalian kaum-kaum
kecil harus bangga seperti saya sekarang, karena mengapa? Karena saya setiap
hari dipuja dan dipuji oleh semua orang dan yang pasti saya orangnya unyu-unyu,
keren dan tidak sombong, dan yang paling pasti, selalu terkena diskriminasi.
Ngomong-ngomong masalah diskriminasi
lagi, saya jadi teringat motor teman saya, saya kan juga tida mungkin untuk
naik motor, kan saya kecil jadi tida mungkin untuk kaki saya sampai ditanah.
Dan asala kalian tahu apa motornya? Motornya adalah VESPA, kalian tahu vespa
kan, kasihan banget hidupnya, sudah besar, keren macho dan tua. Hidupnya
diskriminasi banget motor vespa itu, sudah tidak bisa naik menajdi 4 tak, dan
yang paling berbahaya sampai saat ini vespa tetap tidak merubah statusnya
sebagai jomblo.
Padahal kalau kita tahu bahwa vespa
adalah alat pembuktian kesetiaan dan kematrean seorang cewek kepada cowok. Iya
kan, benar kan? Coba nanti kalau kalian para cowok mempunya motor vespa dan
motor satria FU, suruhlah cewek kalian memilih untuk naik motor yang mana,
kalau cewek kalian memilih vespa berarti cewek kalian setia, tetapi kalau
ternyata cewek kalian memilih satria FU berarti segera dijual muka kalian
beserta motor satria FU nya.
Karena menurut saya sudah tida ada
gunanya lagi untuk kalian para cowok, sama saja terdiskriminasi dengan motor
kalian sendiri kan, jelek sekali hidup kalian. Dan yang sangat luar biasa
adalah bukan hanya orang kecil yang terkena diskriminasi, ternyata orang jelek
juga terkena diskriminasi, tidak bisa membayangkan saya jika ada yang jelek dan
kecil, pasti sangat hina hidupnya.
Dan asal kalian tahu juga ya,
bahwasanya vespa itu tidak layak untuk terdiskriminas, karena apa? Karena vespa
adalah motor yang tidak mungkin kena tilang polisi (kalau polisinya gak matre),
yang bakal menang kalau ada perlombaan (lomba tabrakan sama motor bebek
laiinya). Kalian bisa bayangin kan vespa sendiri terbuat dari besi yang sangat
tua, sedangkan motor bebek lainnya hanya terbuat dari atom.
Dan vespa itu adalah motor yang
sangat sederhana jujur dan baik hatinya, kalah kan kita umat manusia, vespa itu
sangat tegas dengan suara yang lantang dan bisa menampung orang banyak dan yang
paling stimewa ban vespa sangat jarang sekali mengalami cidera. Sudah sama
kayak orang kecil kan yang sangat keren dan istimewa serta jujur dan baik
hatinya.
Coba kita bayangkan kalau ada surga
buat motor pasti vespa akan masuk surge duluan tanpa hisab, begitupun dengan
orang kecil kalau tida ada orang besar yang kemudian menyerobot masuk surga,
pasti yang kecil masuk surga duluan tanpa hisab, akan tetapi berhubung
kesenggol dan kalah gede saja akhirnya orang kecil jatuh terkena diskriminasi
dan dihisab dineraka.
Saya Luqman Hakim,
terimakasih.