Senin, 12 November 2012

Robohnya Pancasila dan Mahasiswa


Mahasiswa, kata yang tidak asing lagi dikalangan para intelektual muda, dan banyak arti juga terkait apa itu mahasiswa. Simpelnya mahasiswa itu orang yang meneruskan pendidikannya diperguruan tinggi, padahal ada yang mengatakan mahasiswa adalah raja, mahasiswa adalah konglomerat, karena berbagai macam arti dan ideologi yang berbeda terkait arti dari mahasiswa itu sendiri.
Namun sekarang apa fungsi dari mahasiswa sendiri ketika sudah tidak semestinya dengan kaidah-kaidah dalam pancasila? Ataukah memang tidak ada kaitannya mahasiswa dengan pancasila, padahal pancasila itu salah satu pilar yang dijadikan satu pondasi untuk majunya bangsa indonesia, dan siapa bangsa indonesia salah satunya adalah mahasiswa. Namun sekarang realita mengatakan seperti apa, apakah sama dengan paparan yang sudah dituliskan??
Sahabat, perlu diketahui dibulan oktober ini adalah hari kesaktian pancasila, oleh sebab itu diwajibkan bagi bangsa indonesia untuk mengetahui itu, Lebih-lebih sosok mahasiswa, karena merekalah yang menjadi agen of change dan agen of control. Namun apakah dalam kenyataannya seperti itu? Ketika sosok mahasiswa sudah tidak mengamalkan yang dinamakan tri darma perguruan tinggi, yakni belajar, meneliti, dan mengabdi. Mereka hanya bisa hidup hura-hura dan tidak pernah memperdulikan keadaan sosial masyarakat saekitarnya.
Kepekaan mahasiswa saat ini mengenai keadaan sosialpun hampir tidak ada, salah satu penyebabnya adalah kemajuan teknologi yang mereka gunakan untuk kegiatan negatif dan tidak memanfaatkannya dengan benar. Apakah dengan keadaan seperti ini pancasila tidak menangis sahabat? Padahal didalam sila-silanya pun mengatakan bahwa indonesia menganut ketuhanan yang maha esa, namun mereka bukan hanya menganggap yang maha kuasa yang menjadi tuhan, bahkan uangpun mereka tuhankan, kemanusiaan yang adil dan beradab, namun tawuranpun sudah menjadi tradisi mahasiswa saat ini, persatuan indonesia, akan tetapi indonesia sudah dikubukan dengan kelompoknya masing-masing, kemanusiaan yang dimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, fakta tidak mengatakan seperti itu dengan bukti sudah banyak pelanggaran yang ada diindonesia lebih-lebih yang dilakukan mahasiswa, dan sila terakhir adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, namun tidak adil-adilnya.
Oleh sebab itu sahabat mari kita genahkan apa yang sudah disilakan dalam pancasila, demi terbuktinya kesaktian pancasila diindonesia ini, agar tidak terjadi perselisihan kecil yang mengakibatkan indonesia terpecah belah. Dan itu sudah menjadi tugas wajib mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control dan agar mahasiswa tidak seperti sekarang ini yang telah rugi mencari pendidikan dan mengalami kematian pikiran, karena mereka telah mengalami stagnasi pemikiran dan penciutan mental...
Ingat!! Indonesia butuh orang yang gak jelas dan fals asal jujur dan tidak kriminal...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar